• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com



Loading...
Loading...
Loading...

9 Efek Samping yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Banyak Minum Teh

Senin, 06 Desember 2021 | 06:42 WIB
Ilustrasi teh. (Unsplash/Joanna Kosinska)
Loading...
Loading...

KlikBabel.com - Seperti kopi, teh seolah jadi minuman wajib bagi sebagian orang. Inggris bahkan memiliki budaya minum teh setiap sore, terutama bagi keluarga bangsawan.

Berbagai penelitian ilmiah juga membuktikan bagaimana senyawa tanaman dalam teh dapat berperan dalam mengurangi risiko kondisi kronis, seperti kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Namun bila dikonsumsi terlalu banyak, teh juga bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh. Dikatakan minum teh lebih dari 3 atau 4 cangkir sehari, atau setara 710-950 ml, dapat menimbulkan beberapa efek samping negatif.

Dikutip dari Healthline, berikut 9 kemungkinan efek samping akibat minum teh terlalu banyak.

1. Mengurangi Penyerapan Zat Besi
Teh kaya akan sumber senyawa tanin yang dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu. Akibatnya, jika senyawa tanin terlalu banyak, maka zat besi tidak tersedia untuk diserap di saluran pencernaan.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa tanin dalam teh lebih mungkin menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada dari makanan hewani.

Jumlah tanin yang ada dalam teh sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara penyajiannya. Karena itu, membatasi konsumsi hingga 3 cangkir (710 ml) per hari jadi batas aman

2. Meningkatnya Kecemasan, Stres, dan Kegelisahan
Daun teh secara alami mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dari teh, atau sumber lainnya, dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah.

Secangkir teh rata-rata (240 ml) mengandung sekitar 11-61 mg kafein, tergantung dari jenis dan metode pembuatannya.

Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada jenis teh hijau dan putih. Selain itu, semakin lama teh diseduh akan semakin tinggi kandungan kafeinnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dosis kafein di bawah 200 mg per hari tidak mungkin menyebabkan kecemasan yang signifikan pada kebanyakan orang. Namun, beberapa orang lebih sensitif terhadap efek kafein.

3. Kurang Tidur
Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur juga. Melatonin merupakan hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, yang mengakibatkan kualitas tidur jadi buruk.

4. Mual
Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.

Tanin dalam daun teh akan menimbulkan rasa pahit dan kering pada teh. Sifat astringen tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan. Sehingga berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.

5. Sakit Maag
Kafein dalam teh dapat menyebabkan mulas atau memperburuk gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter yang memisahkan kerongkongan dari perut. Kondisi itu memungkinkan isi lambung yang asam lebih mudah mengalir ke kerongkongan.

Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan total produksi asam lambung.

6. Komplikasi Kehamilan
Paparan kafein tingkat tinggi dari minuman seperti teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti keguguran dan berat badan bayi lahir rendah.

Data tentang bahaya kafein selama kehamilan beragam, dan masih belum jelas secara pasti berapa banyak yang aman.

Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa risiko komplikasi tetap relatif rendah jika menjaga asupan kafein harian di bawah 200-300 mg.

7. Sakit Kepala

Konsumsi rutin kafein dari teh dapat menyebabkan sakit kepala berulang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya 100 mg kafein per hari dapat berkontribusi pada kekambuhan sakit kepala setiap hari.

Tetapi jumlah pasti yang diperlukan untuk memicu sakit kepala dapat bervariasi pada setiap orang. Teh cenderung lebih rendah kafein dibandingkan jenis minuman berkafein populer lainnya, seperti soda atau kopi.

8. Pusing
Meskipun merasa pusing adalah efek samping yang kurang umum, bisa jadi karena minum terlalu banyak kafein dari teh.

Gejala ini biasanya terkait dengan dosis besar kafein, lebih besar dari 400-500 mg, atau sekitar 6-12 cangkir (1,4-2,8 liter) teh sehari.

Namun, itu bisa terjadi dengan dosis yang lebih kecil pada orang yang sangat sensitif. Umumnya, tidak disarankan untuk mengonsumsi teh sebanyak itu dalam sekali waktu.

9. Ketergantungan Kafein
Tingkat konsumsi yang bisa menyebabkan ketergantungan kafein dapat sangat bervariasi pada setiap orang.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan, ketergantungan kafein bisa mulai mulai terjadi setelah setidaknya 3 hari asupan berturut-turut.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com