• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Gubernur Erzaldi Pelajari Teknik Budidaya Milenial Shrimp Farm

Rabu, 22 September 2021 | 15:51 WIB
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, mengunjungi Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Jawa Timur (Jatim),Selasa (21/09/2021)

KlikBabel.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, mengunjungi Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Kunjungan tersebut dimanfaatkan gubernur mempelajari -Milenial Shrimp Farm - (Peternakan udang) yang menerapkan teknologi dalam usaha budidaya, khususnya budidaya udang vaname. 

Selama kunjungannya bersama Ibu Melati Erzaldi pada, Selasa (21/09/2021) itu, Gubernur Erzaldi antusias menangkap peluang bisnis dari teknik budidaya yang diterapkan dengan masa panen 56 hari. Tambak milenial yang diterapkan BPBAP Situbondo, memiliki keunggulan dibanding tambak lainnya. 

Dibanding tambak konvensional, tambak ini lebih efisien dan mudah dalam operasionalnya, khususnya bagi penambak yang memiliki lahan lebih kecil dan modal yang terbatas. Tambak ini berbentuk bulat membuat sisa pakan dan kotoran terkumpul ke tengah, tanpa disifon dan secara otomatis tersedot keluar. Ukuran kolam hanya berdiameter 20 meter tetapi mengoptimalkan target panen, yaitu 1-1,5 ton per hari atau 30 ton per hektar. 

Pada masa pandemi ini, tambak milenial menjadi salah satu prioritas karena minim risiko dalam operasional, dan ancaman penyakit lebih kecil karena diameter kolam kecil. Sehingga, pengecekan kualitas air akan lebih mudah dilakukan secara berkala, terlebih dengan penerapan digitalisasi dalam kontrolnya. 

"Saya berterima kasih telah disambut disini," ungkap Gubernur Erzaldi atas penyambutan langsung oleh plt Kepala BPBAP Situbondo. 

Dikatakannya, dalam pertemuan sebelum pengecekan ke lokasi tambak milenial, budidaya udang vaname menjadi target besar di Babel dalam bidang perikanan, karena melihat luas wilayah laut Babel yang didominasi oleh laut. Melihat kondisi pasar saat ini, udang vaname menjadi target sasaran pengembangannya, dan Babel sangat berpotensi. 

"Tentunya kami ke sini ingin melihat langsung, jumlah tebar 2000 per meter persegi dengan masa panen singkat. Ini berbeda dengan yang dilakukan di Babel yang baru mencapai 1000 ton per hari. Tiga ribu hektar dengan tambahan teknik yang lebih efisien ini bisa berlipat hasilnya," ungkapnya.

Menurutnya, peluang ini harus ditangkap, karena tahun ini Babel merencanakan kawasan food estate, khususnya udang vaname. Lahan cukup luas yang disiapkan Pemerintah Babel, diakuinya harus diiringi dengan teknik dan cara-cara yang efisien seperti di BPBAP Situbondo.

"Saya ke sini ingin tahu banyak, dan untuk bisa terjalin kerja sama lebih lanjut seperti pembinaan para penambak udang di Babel. Salah satunya yang diterapkan di sini menjadi daya tarik kami untuk melihat langsung, mengingat November ini akan dimulai," ungkapnya. 

Lebih lanjut diceritakannya, 25 persen dari total luasan wilayah yang direncanakan pemerintah untuk budidaya udang vaname, akan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya, selain melibatkan BLU dan tentunya dengan persetujuan Kementerian Kelautan RI. 

Dirinya pun yakin, Babel bisa bersaing dengan negara luar seperti Vietnam, Cina dan negara lain. Investor dari Cina pun, dikatakannya akan hadir pekan depan ke Babel sebagai tindak lanjut rencana pembangunan pengelolaan udang vaname dengan pasar dunia yang dimiliki mereka. 

Plt. Kepala BPBAP Situbondo, Manijo yang mendampingi langsung kunjungan Gubernur Erzaldi saat meninjau ke lokasi menjelaskan, milenial _
shrimp farm memiliki 3 keunggulan dari tambak udang milenial ini. Pertama, kontruksinya yang bulat membuatnya tidak ada titik mati. 

Kedua, otomatisasi pemberian pakan, mulai dari jumlah hingga frekuensi bisa di atur sesuai rancangan sebelumnya. Terakhir, menggunakan digitalisasi, semua data khususnya kualitas air dalam pengelolaan tambak bisa segera diketahui, dan segera ditindaklanjuti sesuai kondisi yang diperlukan. 

Selain 3 keunggulan ini, fokus permasalahan pengolahan limbah juga penting, karena keberlanjutan terhadap lingkungan dan kepastian budidaya udang vaname ini dapat tercapai jika pemeliharaan lingkungan juga tercapai. 

Manijo mengatakan, dukungan dari Gubernur Erzaldi atas budidaya udang vaname menjadi hal luar biasa, karena Direktorat Jendral Budidaya Perikanan menargetkan pada tahun 2024 akan mengalami kenaikan 250 persen. Tentunya akan menjadi hal yang baik apabila Pemprov Babel mengembangan budidaya udang vaname. 

Pihaknya sebisa mungkin memenuhi permintaan Gubernur Babel untuk memberikan pengetahuan teknis milenial shrimp farm, yang tidak hanya udang vaname, tetapi juga kerapu, kakap putih, rumput laut dan lainnya.

"Calon-calon usahawan setelah lulus dari tambak milenial diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau bekerja di tempat budidaya udang, dilengkapi dengan konsep IPAL yang mudah diterapkan di masyarakat," katanya menambahkan. 

loading...


Penulis  : -
Editor    : septiani
Sumber : KlikBabel.com