• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kuliah Kerja Nyata Berbasis Daring : Ajang Pembuktian Kreativitas dengan Gerak Terbatas

Minggu, 19 Juli 2020 | 13:05 WIB
Joseph, Mahasiswa Akuntansi Universitas Bangka Belitung. Foto Ist.
Loading...

KlikBabel.com - Tahun 2020 merupakan tahun yang berbeda dari sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang telah tersebar di seluruh dunia, membuat negara-negara yang terdampak menjadi buncah, tak terkecuali Indonesia. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat, per tanggal 7 Juli 2020, Indonesia mencatatkan sebanyak 66.226 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, 30.785 kasus sembuh, dan 3.309 kasus meninggal dunia. Alhasil, Indonesia berada di peringkat ke-26 dunia, dan peringkat ke-1 di Asia Tenggara.


Kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung pulih, serta obat penyembuhnya yang tak kunjung ditemukan, memaksa pemerintah berpikir keras untuk tetap menjalankan roda perekonomian Indonesia, agar tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan tetap menjaga agar rantai penyebaran Covid-19 tidak bertambah panjang.


Sebuah gebrakan pemerintah muncul, dimana masyarakat dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya, tetapi dengan mematuhi berbagai protokol kesehatan yang ada. Gebrakan tersebut ialah tatanan kenormalan baru (new normal) yang dianggap menjadi sebuah jawaban, terhadap berbagai permasalahan yang muncul berdampingan dengan pandemi Covid-19.


Mulai diberlakukannya kenormalan baru, membuat seluruh instansi yang ada, berlomba lomba dalam melaksanakan aktivitas dengan kreatif, yang tentunya tetap mematuhi berbagai protokol kesehatan. Perguruan tinggi sebagai instansi yang aktif dalam pengembangan sumber daya manusia, juga membuat berbagai inovasi-inovasi agar aktivitas di perguruan tinggi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah, melaksanakan aktivitas dengan berbasis daring (online). Mulai dari kelas daring, bimbingan daring, sidang skripsi daring, dan kuliah kerja nyata daring.


Kuliah kerja nyata (KKN), merupakan bentuk pengabdian civitas akademika suatu perguruan tinggi, untuk melakukan berbagai kegiatan yang berguna bagi masyarakat, dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral tertentu. Biasanya, mahasiswa didampingi dengan dosen pembimbing lapangan (DPL),  akan mengunjungi daerah tujuan mengabdi, dan akan tetap berada di daerah tersebut untuk membantu masyarakat selama masa KKN berlangsung. Durasi pelaksanaan KKN berbeda-beda di setiap perguruan tinggi, tergantung dari kebijakan perguruan tinggi tersebut. Ada yang 3 ari, 14 hari, 40 hari, 60 hari, dan lain sebagainya.


KKN sering kali menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat di daerah, karena mahasiswa KKN akan melakukan kegiatan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah tempat mengabdinya. Hasilnya, banyak kebutuhan masyarakat yang terpenuhi akibat dari adanya KKN di daerah tersebut.


Pelaksanaan KKN tahun 2020, yang bersamaan dengan pandemi Covid-19, membuat perguruan tinggi yang ada di Indonesia, merombak total sistem pelaksanaan KKN dari tahun-tahun sebelumnya. Sempitnya ruang gerak untuk mengabdi ke daerah menjadi hambatan utama pelaksanaan KKN tahun ini yang mengakibatkan KKN dilaksanakan dengan sistem daring. Sehingga, meskipun kesempatan untuk turun langsung ke daerah sangat terbatas, mahasiswa KKN tetap dapat memberikan kontribusi ke daerah.


Tentu saja, pro dan kontra pelaksanaan KKN secara daring banyak bermunculan. Baik dari kalangan masyarakat, maupun mahasiswanya sendiri. Tapi, di tengah masa pandemi, opsi inilah yang paling memungkinkan untuk dapat tetap melaksanakan kegiatan KKN. Kegiatan KKN sebagian besar akan dialihkan ke media daring. Hal ini akan membuat KKN tahun 2020 lebih terfokus pada media sosial dan media elektronik. Opini, karya tulis ilmiah, buku saku, bahan ajar, webinar, merupakan sedikit dari luaran yang yang dapat dihasilkan dari pelaksanaan KKN tahun 2020.

Pelaksanaan KKN dengan sistem daring telah diterapkan di beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Universitas Bangka Belitung (UBB). Universitas negeri yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menetapkan sistem daring sebagai sistem pelaksanaan KKN tahun 2020.


Dengan tema “Berkreasi dari Rumah untuk Pencegahan dan Edukasi Covid-19”, UBB membagi substansi program yang dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan KKN daring. Ada 4 substansi program, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan masyarakat. Dengan satu kelompok KKN  berjumlah 10-15 mahasiswa lintas jurusan, ke 4 substansi tersebut dilaksanakan dalam sistem daring.


Pelaksanaan KKN dengan sistem daring akan memaksa para mahasiswa KKN untuk berpikir ekstra dalam program kerja yang akan dilaksanaakan. Mengingat, hasil yang diinginkan dari program KKN adalah kepuasan dan pemenuhan kebutuhan masyarakan di daerah pengabdian. Mahasiswa harus mampu berpikir konstan dan tepat, dan dituntut kreatif, agar program kerja yang dilaksanakan dapan memenuhi beberapa aspek.


Disinilah, mahasiswa akan diuji kemampuan kognitifnya. Sebuah pembuktian kepada masyarakat, bahwa mahasiswa mampu bekerja, berpikir, dan menuangkan kreativitasnya, meski dengan gerak terbatas.

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : Geges
Sumber : klikbabel.com