• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


7 Truk Bahan Nuklir Asal Babel Diselundupkan

Rabu, 08 April 2020 | 14:30 WIB
Iran telah membuka kembali fasilitas UF6 di provinsi tengah Isfahan yang ditutup pada 2009 karena kurangnya "kue kuning", bahan baku yang digunakan untuk pengayaan nuklir.[Tehrantimes]
Loading...


Klikbabel.com, Tasikmalaya - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap seorang pria berinisial WS (42) asal Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. WS diringkus polisi karena diduga sebagai pelaku penyelundupan 7 truk berisi bahan nuklir di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Klik Juga : Produksi 10 Ribu Masker PT Timah Libatkan UMKM

Pelaku diamankan di kediaman istrinya di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, setelah pihak Polres Tasikmalaya Kota dimintai pengembangan kasus bahan nuklir ilegal jenis thorium itu oleh Polda Babel. “Kita diminta bantuan pengembangan kasus penyelundupan 7 truk bahan nuklir oleh Polda Bangka Belitung,” ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman, Selasa (7/04) sore.

“Kita berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Modus pelaku menyembunyikan bahan nuklir yang ditutup oleh tumpukan bata,” sambungnya. Terang Yusuf, pihaknya dalam kasus ini sifatnya membantu proses penangkapan kasus penyelundupan bahan nuklir Polda Babel.
Pelaku yang telah ditetapkan tersangka itu merupakan warga asli Majalengka, Jawa Barat, tapi berdomisili di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. “Aslinya tersangka warga Majalengka, tapi tersangka berdomisili di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, karena memiliki istri di sana. Kita tangkap di Sukaraja setelah melakukan penyelidikan,” terangnya.

Kini, tersangka WS sudah diserahkan ke Polda Babel untuk diproses lebih lanjut. WS dikawal ketat oleh beberapa anggota tim Reskrim untuk diserahkan langsung ke Bangka Belitung. “Tersangka sudah diserahkan langsung ke pihak Polda Bangka Belitung. Jadi selama ini status tersangka sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),” tutupnya.

 

Loading...
loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : suara.com