• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Serangan Jantung Mendadak Seperti Ashraf Sinclair, Pakar Ungkap Penyebabnya

Selasa, 18 Februari 2020 | 14:53 WIB
Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair dan putranya, Noah Sinclair saat berlibur ke Australia. [Instagram]

Klikbabel.com - Serangan Jantung Mendadak Seperti Ashraf Sinclair, Pakar Ungkap Penyebabnya

Kabar duka kepergian suami Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair karena serangan jantung mengagetkan banyak orang. Pasalnya menurut penuturan orang-orang terdekat, Ashraf Sinclair disebut tidak memiliki gejala atau keluhan penyakit jantung.

Klik Juga: Ashraf Sinclair Pernah Bilang Mau Sehidup Semati dengan Bunga Citra Lestari

Apalagi gaya hidupnya yang terbilang sehat dan rajin berolahraga. Hal ini membuat banyak orang penasaran, terlebih usia Ashraf baru 40 tahun, mengapa bisa kena serangan jantung hingga meninggal?

Pakar kesehatan jantung dan pembuluh darah, dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASM mengatakan serangan jantung di usia muda bukanlah tidak mungkin. Hal ini kerap terjadi. Salah satunya, dr. Sally pernah menangani pasien yang mengalami serangan jantung berusia 28 tahun.

"Tapi yang paling sering usia baru berapa. Artinya serangan jantung karena koroner bisa? Bisa. Pasien kita di sini 28 tahun serangan jantung, ada bukan nggak ada," ujar dr. Sally saat dihubungi Suara.com, Selasa (18/2/2020).

Penyakit jantung koroner adalah terjadinya kekurangan aliran darah ke jantung secara tiba-tiba. Jika ini tidak segera ditangani maka yang ditakutkan adalah terjadinya serangan jantung secara mendadak dan bisa berakibat fatal. Hal ini jadi salah satu penyebab kematian mendadak.

Sedangkan penyebab kematian mendadak karena jantung lainnya, bisa juga disebabkan adanya kelainan irama jantung atau yang dikenal aritmia. Nah, kelainan ini biasanya karena faktor genetik atau keturunan, di mana di dalam riwayat keluarganya ada yang memiliki kelainan serupa.

Sayangnya gejala aritmia ini tidak bisa dideteksi atau dikenali, bahkan tidak menimbulkan gejala. Ada salah satu gejala berupa kepala yang sering pusing hingga ingin pingsan, tapi yang sering terjadi ialah tanpa gejala.

"Tadi nggak ada keluhan sering kali, cuman kadang-kadang sering keleyengan kayak mau pingsan, ada tapi jarang. Tapi kebanyakan nggak ada keluhan, dan itu berbahaya," terang dr. Sally.

"Terutama kalau di keluarga, karena ini dia genetik, ada orang bilang keturunan keluarga biasanya ada yang beberapa kaya gitu," sambungnya.

Dokter yang berpraktik di RSCM itu juga menyebut, salah satu yang bisa mendeteksi kelainan irama jantung ini atau aritmia, yakni dengan melihat hasil rekaman jantung.

Itulah mengapa pentingnya medical check up (MCU) bagi orang-orang yang memiliki turunan penyakit jantung bawaan ini, yaitu untuk dilakukan pemantauan dan diagnosis, juga dengan penanganan cepat.

"Kalau ditanya bisa dideteksi atau nggak, bisa iya bisa tidak, karena nggak ada gejala awalnya. Cuma kalau kita lihat rekaman jantungnya sering kali bisa terdeteksi. Cuma orang kalau nggak ada keluhan orang nggak periksa. Kalau check up mungkin bisa," paparnya.

"Ada beberapa kelainan tertentu kelainan irama yang bisa ketahuan dari situ," lanjutnya.

Adapun kata dr. Sally, waktu terbaik melakukan MCU ini saat usia menginjak 30 tahun ke atas, dengan periode minimal yakni 1 tahun sekali.

"Karena banyak, ternyata yang udah hipertensi di umur segitu, diabetes, gula, umur 30 an udah muncul, kolesterol apalagi dengan pola hidup sekarang ini. Itu juga akan menskrining ada kelainan bawaan yang sudah ada sebelumnya," tutupnya.

loading...


Penulis  : -
Editor    : permatasari
Sumber : suara.com