• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


PHRI Ingatkan Soal Pariwisata, Tolak Penetapan 0,2 Mil

Sabtu, 21 September 2019 | 08:24 WIB
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang  - Konsultasi publik Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Bangka Belitung (Babel), Jumat kemarin (20/9) juga dihadiri oleh pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Babel.

Sumin selaku perwakilan mengingatkan, bahwa penyusunan raperda RZWP3K Babel agar tidak mengkesampingkan usaha di dunia pariwisata. Oleh sebab itu, pihaknya agar sektor pariwisata dan daerah tangkapan nelayan harus jauh dari sektor pertambangan.

"Kalau setelah itu masuk zona pertambangan dimana lagi wajah Bangka yang dikenal sebagai kawasan pariwisatanya?" kata Sumin.

Hal ini diutarakannya, lantaran dalam draft penyusunan sementara RZWP3K itu mencantumkan adanya batas yang ditetapkan 0,2 mil atau kurang lebih 320 meter dari pesisir jika dihitung 1 milnya sama dengan 1.600 meter.

"Jelas kami menolak di daerah pariwisata Sungailiat ditetapkan 0,2 mil, dan setelah itu pertambangan. Seharusnya kan itu daerah kawasan pariwisata, sudah dari dulu kok nenek moyang kita liburan disitu. Belum lagi di sekelilingnya itu banyak tangkapan nelayan juga," tukasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap susunan dokumen antara RZWP3K ini dapat dikaji kembali secara objektif. PHRI Babel juga menyesalkan tidak dilibatkan dalam pembahasan RZWP3K ini.

"Kami minta dikaji kembali, jangan sampai mengkesampingkan dunia pariwisata. Karena wajah pariwisata Pulau Bangka itu adalah kawasan pantai di Sungailiat itu, jadi apalagi yang mau kita pamerkan pariwisata Bangka ini," pungkasnya.

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com