• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pemerintah ataukah Guru yang Melalaikan Tugas?

Selasa, 15 Januari 2019 | 09:47 WIB
Wico Hardiansyah, Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung. Foto : Dok Pribadi
Loading...

Seorang guru sudah diatur tugas dan kewajibanya. Tertuang pada UU Nomor 20 Tahun 2005. Seorang guru harus mengerti atas keprofesionalanya dalam bertugas dan tidak lupa juga akan hakmya. Tugas seorang guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Setidaknya beberapa poin itu haruslah terdapat dalam jiwa serta niat seorang pendidik profesional karena tujuan pendidik profesional tidak lain dan tidak bukan ialah untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Namun sekarang, lebih didahulukan haknya ketimbang tugas serta kewajibanya. inilah sebab ketidakfokusan seorang pendidik dalam memberi dan melaksanakan tugas dan kewajibanya. Karena lebih mendahulukan haknya. Memang tidak dipungkiri lagi, seorang guru atau pendidik memang sangat perlu atas haknya, terutama untuk memenuhi biaya hidup. Tapi, apakah hak yang tidak seberapa itu harus menghalang atau meninggalkan tugas serta kewajibanya sebagai pendidik? Dimana tugas mulianya teruntuk memuliakan peserta didik, mengilmukan mengkreatifkan serta mengajarkan peserta didik berakhlak mulia.

Apakah seorang guru yang tidak melaksanakan tugasnya sebagai guru yang telah di atur dalam undang undang nomor 20 tahun 2005 itu bisa di sebut pelanggar hukum negara? dan apa konsekuensi yang harus di terima guru karena kelalaian dalam melaksanakan tugas? Menarik kesimpulan tentang “pelanggaran” yang telah dibuat guru secara sengaja maupun tidak sengaja. Menarik kembali jika kita bertanya kenapa seorang guru melalaikan tugasnya, apakah salah satu sebabnya karena kelalaian pemerintah dalam memperhatikan hak yang harus di terima guru. Sehingga meningkatkan kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi yang harus di miliki seorang guru terdiri dari 4 kompetensi, Pedagogi, Profesional, sosial serta kepribadian, dalam hal ini penunjang yang sehingga guru mempunyai 4 kompetensi dan melaksanakan tugasnya ialah ada di tangan Pemerintah.

Dalam hal ini juga pemerintah harus peka dan aktif mewanti dan mendengarkan apa yang diperlukan dan dimasalahkan oleh guru. Entah itu terkait haknya serta jarak antar sekolah dan tempat tinggal guru. Sejatinya guru tidak ada permasalahan yang berarti terkait masalah hak yang mesti diterima, apa hak yang sangat perlu dan riskan untuk dibicarakan? yaitu gaji.

Biaya hidup yang tinggi, tanggung jawab yang semakin besar, membuat guru harus profesional dan kreatif dalam mencari celah. Begini saja, bagaimana seorang guru bisa memapankan dan mensejahterahkan peserta didik dengan keilmuan yang dimiliki oleh seorang guru, untuk mensejahterahkan keluarganya saja susah, dan disini adakah peran pemerintah dalam memperhatikan nasib seorang guru. Dengan memberi tunjangan, penghargaan, atau semacamnya. seorang guru tidaklah banyak menuntut pemerintah dalam haknya, cukup sejahterah dalam kehidupan seorang guru. Namun ditanyakan kembali, sejahtera yang seperti apa yang mesti pemerintah beri terhadap tenaga pendidik profesional? untuk berbicara nominal kita tidak bisa berbicara karena kita tidak bisa mengukur tingkat kesejahteraan yang dimaksud guru dan diharapkan oleh pemerintah.

Namun, hal yang paling penting ialah seorang pendidik profeional harus memiliki 4 kompetensi yang harus dimilikinya. Baik luar dalam dan tugas serta kewajibanya sebagai pendidik haruslah dilaksanakan. Buktikan jika seorang pendidik profesional mampu melaksanakan tugasnnya dengan profesional dan haknya harus di tepati sesuai dengan keprofesionalanya dalam mengembankan tugas.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.

Terintegrasi dalam kinerja guru, bagaimana guru melaksanakan 4 kompetensi yang sudah di tentukan, jika tekanan banyak yang harus di hadapi serta haknya tidak terpenuhi. Jadi, dalam dunia pendidikan, mana yang harus disalahkan? murid yang tak mampu menguasi materi yang diberikan ? atau pendidik yang lalai dalam melaksakan tugas karena haknya tak terpenuhi ? ataupun pemerintah yang seakan menutup mata dan telinga atas hak guru serta nasib penerus bangsa yang seharusnya di utamakan teruntuk kemajuan negara.

 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com