• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Masyarakat Diminta Pahami Bahaya Virus Rubella

Jumat, 12 Oktober 2018 | 13:50 WIB
Ilustrasi. Foto : net

Klikbabel.com, Toboali - Masih rendahnya angka pemberian vaksin MR di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), disinyalir adanya pro kontra dimasyarakat lantaran pembuatan vaksir MR itu sendiri. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Didi Nopriadi seizin Kepala DKPPKB Supriadi saat dikonfirmasi Klikbabel.com di ruang kerjanya, Jumat (12/10).

Klik Juga :  Ratna Sarumpaet Gagal Jadi Tahanan Kota

"Kita sudah menjelaskan, memberikan pemahaman akan pembuatan vaksin MR yang dinilai masyarakat bersinggungan dengan enzim tripsin dari pankreas babi. Padahal produk akhir tidak mengandung lagi, enzim tripsin itu hanya media pemisah dan mengembangbiakkan virus, virusnya itu yang diambil," ujar Didi Nopriadi didampingi Kasi Surveilans dan Imunisasi
Slamet Wahidin.

Apalagi, kata dia, vaksin imunisasi tersebut bisa digunakan sebagaimana merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institute of India) untuk Imunisasi.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda membantu memberikan pemahaman terhadap masyarakat agar terbentuknya kekebalan kelompok atau masyarakat sehingga rantai penularan virus itu akan terputus.

"Vaksin MR ini terdapat dua antigen untuk mencegah dua penyakit. Suatu anak kalau sudah terkena virus ini, sedangkan imunitasnya jelek akan berdampak komplikasi, radang pada otak dan menyebabkan kematian. Lebih berbahaya lagi apabila menular pada ibu hamil, sebab nanti ibu hamil anaknya yang lahir dapat kena cacat bawaan, buta, tuli jantung bocor bahkan bisa menyebabkan anak lahir itu menderita keterbelakangan mental hanya gara-gara rubella," jelasnya.

 



Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com