• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Abdul Fakih : Sastra di Babel Harus Bangkit!

Jumat, 31 Agustus 2018 | 22:43 WIB
Peserta dan narasumber sarasehan sastra oleh Kosada Babel berfoto bersama usai acara. (Foto : ist)
Loading...

Klikbabel.com,Pangkalpinang - Komunitas Aksara Muda (Kosada) Babel bekerjasama dengan Kosada cabang Babar dan Kampung Dongeng (Kado) Babel menyelenggarakan Sarasehan Sastra bertajuk "Sastra Indonesia Dalam Mempersatukan Bangsa", Kamis malam (30/8/2018) di cafe D'Cantins, Pangkalpinang.

Acara yang diinisiasi oleh dua komunitas yang berbeda ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, sekaligus dengan semangat kemerdekaan ingin mengajak kembali masyarakat khususnya generasi milenial untuk lebih mengenali dan mencintai sastra. 

"Untuk itu, kami mengajak anak-anak muda Babel, apapun komunitasnya, apapun latar belakangnya, dengan semangat hari kemerdekaan RI ke-73, ayo, kita bumi hanguskan Negeri Serumpun Sebalai dengan karya-karya sastra dari kawan-kawan semua. Semoga acara ini, bisa menjadi momentum bersejarah untuk kebangkitan sastra di Babel," ungkap Ketua Pelaksana kegiatan Abdul Fakih saat sambutan.

Sementara itu, Ketua Kosada Babel Muhammad Tahir menerangkan sastra harus dibangkitkan di Babel. "Pentingnya pembahasan ini diangkat karena pada dasarnya sastra juga dapat membangun Negara dan sastra juga mampu meruntuhkan negara oleh karenya perlu lah kita deklarasi bahwa sastra Indonesia adalah bagian pemersatu bangsa kita tercinta ini," ujarnya. 

"Begitu pula dengan karya nyata dari anak anak kosada telah menelurkan begitu banyak karya yang telah di cetak atau dibukukan maka itu lah bentuk kepedulian Kosada Babel terhadap sastra itu sendiri," tambahnya.

Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber yakni jurnalis senior Babel, Syahril Syahidir dan penulis buku "Yin Galema" yakni Ian Sancin. "Justru dengan gaya-gaya sastra inilah bisa menyatukan," sebut Syahril ketika ditanya apakah sastra dapat menyatukan bangsa oleh narasumber. 

"Orang-orang yang mengerti sastra dan memiliki kesastraan dalam jiwanya,  dia tidak akan berbicara kasar, tidak akan muncul radikalisme di Indonesia, tidak akan ada kebencian di dalam hatinya kalau dia memiliki kesastraan di dalam perasaan dan pikirannya," timpal Ian Sancin. 

Loading...


Penulis  : Aditya
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com / release