Klikbabel.com


Yusril Dapil DKI Jakarta III, Yusron Dapil Belitung

Rabu, 18 Juli 2018 | 11:16 WIB
Yusril Ihza Mahendra. Foto : Net

Klikbabel.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memutuskan untuk maju sebagai bakal caleg DPR pada Pemilu 2019. Dia akan ikut memperebutkan kursi DPR demi mendongkrak perolehan suara partainya. "Kali ini saya harus turun untuk memperoleh suara sebanyak-banyaknya bagi PBB," ucap Yusril di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa malam (17/7).

"Jadi saya yang sekian lama tidak pernah maju sebagai anggota DPR, kali ini saya maju dengan harapan supaya mendongkrak suara PBB," lanjut Yusril. Yusril menjelaskan bahwa syarat partai untuk lolos di parlemen cukup berat, yakni minimal meraih suara nasional sebesar 4 persen. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Oleh karena itu, ia ingin memanfaatkan popularitasnya untuk mendongkrak suara PBB demi meraih 4 persen suara nasional.

Nantinya, Yusril akan berkontestasi di daerah pemilihan (dapil) wilayah DKI Jakarta III. Menurut Yusril, dapil DKI Jakarta akan sering diberitakan di media massa. Dia menilai itu berpengaruh terhadap dapil lain jika dirinya yang kerap diberitakan media massa. "Itu sedikit banyaknya berpengaruh di daerah-daerah," katanya.

Klik Juga : 82 Tahun, Otak Habibie Masih Bekerja Ini Rahasianya

Yusril lalu mengatakan bahwa adiknya, Yusron Ihza Mahendra juga bakal maju sebagai bakal caleg PBB. Yusron, paparnya, akan berkontestasi di kampung halamannya, yakni dapil Belitung. "Pak Yusron tadinya juga mau maju di Jakarta, tapi daerah saya di Belitung saja, itu dapil maut," kata Yusril.

Yusril mengatakan partainya juga mendaftarkan bakal caleg DPR yang merupakan mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Diketahui, HTI merupakan organisasi yang telah dibubarkan oleh Kemenkumham lantaran memiliki paham yang bertentangan dengan Pancasila. Selain itu, PBB pun mendaftarkan anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai bakal caleg DPR. "Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah sudah biasa lah, tapi ada HTI, FPI, dan Kombatan Aceh itu fenomena baru," kata Yusril.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : CNN Indonesia