Klikbabel.com


LHK Palembang Gagal Bawa 3 Alat Berat

Kamis, 12 Juli 2018 | 09:25 WIB
Penertiban oleh LHK Palembang di tambang Desa Cit. Foto : Ist

Klikbabel.com, Riausilip - Aktifitas penambangan ilegal yang beroperasi didalam kawasan hutan lindung Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, dihentikan oleh Tim Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan Palembang, Rabu (11/7/2018) sore. Tim Gakkum LHK Palembang mendapati 3 unit alat berat jenis Hitachi dalam kegiatan tersebut, serta mesin yang digunakan untuk menambang oleh CV Tenggiling Persada.

Ketika tim hendak mengamankan barang bukti tersebut, ratusan masyarakat yang hadir menahan tim untuk membawa barang bukti. Ratusan warga sempat menahan mobil tronton yang akan digunakan untuk mengangkat alat berat. Selain itu, sebagian warga juga mengancam akan membakar 3 unit alat berat tersebut apabila petugas tetap bersikeras membawa ke Dinas Kehutanan.

Surat pernyataan diatas materai yang disaksikan pihak kepolisian serta tim gakkum, tak lama pun dibuat oleh 57 orang warga setempat prihal permintaan agar alat berat tersebut tidak dibawa. Ardani, selaku Kepala Desa Cit, kepada sejumlah awak media membenarkan surat pernyataan warga Desa Cit yang menolak 3 unit alat berat diamankan tersebut. "Penandatangan oleh masyarakat yang berbunyi tentang alat berat ini mau dibawa, nah disitu masyarakat menolak dengan alasan tambang di sini banyak kepentingannya untuk didesa ini, terutama masjid," jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan, ketika ditanyai tentang status lahan yang digarap oleh CV Tenggiling Persada didesa itu dikatakannya kawasan tersebut masuk ke dalam kawasan Inhutani. Ardani pun mengaku tidak pernah mengeluarkan surat apapun terkait aktifitas penambangan yang diduga ilegal ini.

Sementara itu, Samsuharno, Kanit Operasi Seksi wilayah 3 Gakkum LHK Palembang, membenarkan jika pihaknya gagal mengamankan 3 unit alat berat berikut peralatan tambang milik CV Tenggiling Persada sebagai barang bukti. "Tidak kita bawa, karena masyarakat menolak alat berat yang kita temukan di dalam kawasan hutan lindung ini. Ini demi meredam masyarakat agar tidak berbuat anarkis,kita redam dulu dan buat surat pernyataan," tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com