Klikbabel.com


Enam Profesor Uji Inovasi Simpanan Cantik RSUD Sungailiat

Kamis, 12 Juli 2018 | 11:45 WIB
Bupati Tarmizi memberi penjelasan Inovasi Simpanan Cantik. Foto : Ist

Klikbabel.com, Sungailiat - Inovasi Simpanan Cantik yang merupakan kepanjangan dari Sistem Pelayanan Cepat Akurat dan Tepat Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat yang telah masuk TOP 99 Sinovik dari Kemenpan dan RB diuji langsung oleh enam profesor yang difasilitasi oleh Kemenpan dan RB RI.

Pengujian dilakukan ketika Bupati Bangka H Tarmizi Saat melakukan paparan program Pemkab Bangka terutama Inovasi Simpanan Cantik RSUD Sungailiat, Rabu (11/7/18) di Kantor Kemenpan dan RB di Jakarta. Keenam profesor yang melakukan pengujian terhadap inovasi Pemkab Bangka tersebut untuk dapat masuk dalam TOP 40 yakni Prof. Siti Zuhro, Prof Eko Prasojo, Prof Nurjaman Mochtar, Prof. Wawan Sobari, Prof. TeguhWiedjinarko sekaligus sebagai panelis kehormatan.

Klik Juga : DPRD Setujui Raperda Pelaksana Anggaran Pemkab Bangka

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangka H Tarmizi Saat memaparkan mengenai Simpanan Cantik yang merupakan pelayanan bidang kesehatan uang dilakukan oleh RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka. "Alhamdullilah telah diuji, dan dites, yang ngetes enam profesor, dengan penuh penasaran,dan ketertarikan mereka terhadap inovasi yang kita punya ini, hingga waktu yang disediakan melebihi tujuh menit waktu normal yang telah disediakan," ungkap bupati usai pemaparan.

Dikatakannya, prinsip sistem aplikasi ini lanjut bupati adalah memangkas waktu pelayanan medis di RSUD Depati Bahrin baik di poliklinik, maupun di rawat inap dengan percepatan order penunjangmedis seperti laboratorium dan radiologi, sekaligus pembacaan hasil pemeriksaan pasien serta pemberian resep obat melalui sistem aplikasi yang ada di smartphone Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP). Diakuinya, aplikasi ini sangat unik dan belum pernah ada di Indonesia serta dapat digunakan DPJP untuk memantau pasien 24 jam dengan menghadirkan status pasien di android para DPJP.

"Caranya sangat mudah, pasien yang datang ke poliklinik sudah diperiksa dokter namun ketika itudokter harus meninggalkan poliklinik dikarenakan sesuatu hal yang urgent maka DPJP bisa mengirim permintaan pemeriksaan penunjang medis melalui androidnya, dan ketika hasil penunjang medis sudah ada, DPJP bisa langsung membacanya dan bisa menentukan diagnosa serta membuat resep yang selanjutnya akan terkirim ke ruang farmasi hanya melalui androidnya. Saat itu juga pasien bisa langsung mendapatkan obat meskipun tidak harus ketemu dengan dokter lagi," terang bupati.

Lebih lanjut bupati menjelaskan, pasien yang di ruang rawat inap, pemantauan pasien yang menjadi tanggungjawab DPJP dapat dilakukan selama 24 jam, permintaan dan pembacaan hasil pemeriksaan penunjang medis dan advice atau tindakan serta obat dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun DPJP berada. Dilanjutkan bupati kembali, inovasi Simpanan Cantik RSUD Depati Bahrin Sungailiat ini merupakan upaya baru yang sangat efektif dalam memangkas waktu pelayanan medis dan dapat menurunkan angka kematian dan mengurangi beban ekonomi juga.

"Masyarakat tidak perlu meninggalkan pekerjaan selama berhari-hari seperti dulu, karena pelayanan di poliklinik selesai dalam dua jam saja, yang dulunya harus dua hari pasien bolak balik ke rumah sakit, untuk sekali berobat karena masih menunggu hasil. Selain itu juga dapat meringankan beban ekonomi, karena satu kali proses berobat masyarakat harus menjalaninya selama dua hari bolak balik maka kerugian keuangan yang diderita masyarakat sekitar Rp 24 milyar lebih," paparnya.

 



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com