• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Logam Tanah Jarang Babel Akan Diolah

Rabu, 04 Juli 2018 | 09:22 WIB
Ilustrasi. Foto : Net

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung H Erzaldi Rosman akan mengolah logam tanah jarang yang ada di Provinsi Bangka Belitung. Niat ini mendapatkan dukungan penuh dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). ITS sendiri akan mendukung melalui SDM dan peralatan, alternatif rencana pembiayaan dan sosialisasi kepada masyarakat Bangka Belitung.

Klik Juga : Gubernur Aceh Ditangkap di Rumah Dinas

"Pengolahan logam tanah jarang nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal karena pabrik pengolahannya berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Demikian juga kapal nelayan dan mobil listrik. Tujuan akhir dari kerjasama ini untuk meningkatkan percepatan pembangunan serta meningkatkan perekonomian masyarakat serta meningkatkan konektivitas antar wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional dan mengurangi ketergantungan dari luar," kata Erzaldi.

Diketahui, potensi tambang yang ada di Babel sangat besar. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperlihatkan hampir 40% berasal eksplorasi tambang dan industri pengolahannya. Saat ini pertambangan yang dikelola terbatas pada mineral timah (Sn), sedangkan mineral ikutan yang ikut tergali yang ternyata memiliki nilai komersil yang tinggi.

Diantaranya Thorium yang merupakan bahan energi hijau yang saat ini sedang dikembangkan di negara maju dan Logam Tanah Jarang  (monasit) yang menjadi salah satu sumber mineral penting dan bernilai tinggi. Kegunaan monasit dibutuhkan pada bidang industri untuk kapasitor, katoda, elektroda dan industri elektronik. Logam tanah jarang diolah menjadi baterai lithium-ion telah digunakan sebagai media penyimpan energi listrik portabel karena memiliki densitas energi tinggi dan siklus hidup yang panjang. Bahan yang umum digunakan sebagai katoda pada baterai lithium-ion adalah lithium cobalt oxide (LiCoO2), tetapi unsur kobalt merupakan logam berat yang berbahaya bagi lingkungan, memiliki harga yang mahal dan bersifat reaktif sehingga mudah terjadi ledakan pada temperatur tinggi.

Klik Juga : Mayat di Kontrakan Hanafi

Saat ini telah dikembangkan baterai lithium-ion dari lithium iron phospate (LiFePO4) sebagai bahan pada katoda yang lebih murah, aman serta ramah lingkungan. Secara teori, luas elektroda mempengaruhi kapasitas baterai. Batere lithium iron phospate (LiFePO4), diolah dari bahan logam tanah jarang, yang sumbernya sangat melimpah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Klikbabel.com