• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pemprov Babel Sosialisasikan Sistem Resi Gudang Lada ke Basel

Kamis, 09 November 2017 | 15:38 WIB
Sosialisasi Sistem Resi Gudang di Kab. Basel
Loading...

Klikbabel.com,Toboali - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang difasilitasi oleh Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian Dan Perdagangan (DPMPTSPPerindag) Bangka Selatan (Basel) mulai melakukan sosialisasi Sistem Resi Gudang Lada Babel yang sebelumnya sudah diresmikan oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

Sosialisai tersebut dilaksanakan Kamis, (9/11/2017) di gedung Diklat Pemkab Basel dan dihadiri oleh Perwakilan DPRD Basel, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Basel, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Basel, Kabag Humas dan Protokol Basel, DPMPTSPPerindagĀ  Basel, Camat se-Basel, lurah se-Basel, Kades se-Basel, Perwakilan Gapoktan di Basel, perwakilan pengusaha lada di Basel, Penyuluh Pertanian se Basel, petani lada dan perwakilan perbankan syariah.

Bertindak selaku narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Dewan Rempah Babel Bayo Dandari, Ketua bidang resi gudang lada, perwakilan PT. BGR yang merupakan perusahaan plat merah. Bayo Dandari memaparkan, dengan kekompakan petani lada untuk menggunakan sistem resi gudang maka harga pasokan lada dunia akan terkontrol sehingga akan berpengaruh terhadap stabilatas harga lada

"Pemerintah nantinya akan menyediakan gudang berjalan untuk melayani petani lada dalam menggunakan resi gudang. Mari kita kompak untuk menggunakan sistem resi gudang agar harga lada bisa kita kendalikan, karena selama ini harga lada dikendalikan oleh cukong-cukong lada yang ada yang cenderung merugikan petani. Prinsip ekonominya, kalau barangnya banyak dipasaran otomatis harganya akan turun. Disinilah peluang mafia-mafia besar untuk memainkan harga lada yang tidak pro petani, oleh karena itu resi gudang adalag solusi yang tepat," jelasnya.

Noer Nedi Ketua Bidang Lada Sistem resi gudang memaparkan sistem resi gudang tidak berjalan asal-asalan mengingat sudah ada dasar hukum yang mengaturnya. "Sistem resi gudang ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah dan disetujui melalui DPR RI dengan berapa UU yang sudah di sahkan. Syarat masuk resi gudang kadar air harus minimal 13 % sesuai dengan permintaan pasar dunia agar harga lada bisa baik," paparnya.

Sementara itu, Hari perwakilan PT. BGR mengatakan bahwa PT.BGR merupakan perusahaan BUMN yang akan mengelola gudang dan menjamin keamanan lada yang dititipkan di gudang. "Bukti resi gudang yang kami keluarkan bisa diuangkan ke bank yang sudah bekerja sama atau bisa di uangkan melalui pasar lelang. Seluruh barang yang dititipkan ke gudang kami sudah menjadi tanggungjawab kami seratus persen dan dijamin juga oleh pihak asuransi. BUMDes juga mempunyai peluang untuk mengelola gudang di tingkat desa dengan berkoordinasi dengan kami," ungkapnya.

Loading...


Penulis  : Wiwin
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com