• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Bangka Barat Incar Dana Investor

Selasa, 09 Mei 2017 | 23:27 WIB
Bupati Bangka Barat, Parhan Ali dan Wakil Bupati Babar, Markus. (foto: http://portal.bangkabaratkab.go.id)
Loading...

Kepemilikin tanah Pemda dengan PT Timah Tbk atas tanah lebih kurang ada 4 hektar lebih dan kalau menjadi (PLTD) luar biasa bisa di bangun pariwisata, perhotelan, dan lain-lain.

 

Klikbabel.com, Muntok – Satu tahun lebih sudah Parhan Ali dan Markus memimpin Kabupaten Bangka Barat, sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati, 22 Maret 2016 lalu. Masyarakat masih menunggu program-program apa saja yang dilakukan keduanya untuk memajukan negeri dengan jargon Negeri Sejiran Setason.

Kepada Klikbabel.com, Parhan Ali mengatakan proritas kerjanya bersama Wakil Bupati, adalah pengembangan kawasan wisata dan pertanian. Terlebih, Bangka Barat memiliki ikon wisata Menumbing, tempat pengasingangan Presiden RI pertama, Ir Soekarno. Menumbing, kata Parhan sedang tahap pembenahan. “Kita tahu sekarang status hutannya sudah berubah dari hutan lindung menjadi hutan tanaman raya. Sedang bekerjasama dengan dinas kehutanan yang terbagi menjadi blok-blok dan dibuat dua jalur,” ujar Parhan.

Diungkapkan Parhan, Bangka Barat memiliki keunggulan daerah pada bidang pariwisata, pertanian, peternakan, industri dan perikanan kelautan.

“Perikanan sudah dikembangkan di Bakik yang direncana akan menjadi Wisata Bahari. Di Batu Rakit terdapat dataran sangat curam, berbahaya bagi yang mandi sedangkan di Tembelok dataran air laut yang bersih dan tidak dalam yang sangat memungkinkan,” ujar Parhan. 

Menurutnya, salah satu penompang di Bangka Barat yaitu pariwisata, namun harus memenuhi cirinya yang merata dan adil bagi masyarakat, serta terciptanya kondisi ekonomi yang kuat yang mendorong hal ini sehingga berkesinambungan. 

Pemkab Bangka Barat juga akan mengembangkan sejumlah kawasan wisata pantai yang kurang familiar terdengar di masyarakat luas, "Kita mempunyai wisata pantai yang sangat bagus seperti di Mentok pantai Batu Rakit, Tembelok, Tanjung Kalian, di Jebus pantai Lembang, Siangau dan di Teritip pantai Tungau," lanjutnya.

Terkait program di bidang ekonomi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Parhan mengatakan pihaknya akan meningkatkan industri kecil menengah baik itu trasi, kemplang, kerajinan kulit kerang yang dikembangkan di Mentok. Tepatnya di desa Belo seperti kempalang udang, empek-empek. Di Mancung resam dan madu yang terdapat di Bruas madu pahit sedangkan madu manisnya di Simpang Teritip khususnya Tempilang di Tanjung Niur. 

“Pada periode saya, dana bergulir pada waktu itu dibayar bunga yang sangat rendah sekali yang cukup berhasil. 90 persen dananya kembali, dan kemacetan cendrung menurun sehingga programnya terhenti pada tahun 2009 sampai 2010 setelah pergantian periode baru," tandas Parhan Ali.

Hanya saja, untuk mengembangkan sektor unggulan tersebut, Pemkab bangka Barat masih terkendala dana. Namun, dirinya berupaya mendatangkan investor Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang akan dibangun di Bangka Barat. Harapannya, jika kondisi kelistrikan dituntaskan para investor yang akan menanamkan dana usahanya terus tumbuh.

"Kepemilikan tanah Pemda dengan PT Timah Tbk atas tanah lebih kurang ada 4 hektar lebih dan kalau menjadi (PLTD) luar biasa bisa di bangun pariwisata, perhotelan, dan lain-lain,” sebutnya.

Program lain, yang sempat mencuat dan menimbulkan polemik di masyarakat adalah penggemukan sapi bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurut Parhan, program ini tetap akan dijalankan sebagai alternatif kepada masyarakat agar terlepas dari ketergantungan dengan tambang timah.

“Program penggemukan dan pembibitan sapi ini merupakan salah satu visi dan misi untuk mewujudkan Bangka Barat hebat. Tak ada alasan, bagi pemerintah daerah menunda program penggemukan dan pembibitan sapi ini. Ini merupakan salah satu cara pemberdayaan masyarakat pasca timah," terangnya.

Loading...


Penulis  : Arie
Editor    :
Sumber : Klik Babel